LANGKISAU NEWS

Berita Utama

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Sabtu, 28 Februari 2026

Rektor Metamedia Puji Kepemimpinan Kapolda Sumbar Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta dalam Merawat Kerukunan


SUMBAR | Dukungan dan apresiasi mengalir dari Universitas Metamedia kepada Kapolda Sumbar Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta atas komitmennya menjaga toleransi dan kerukunan di Sumatera Barat. Kepemimpinan beliau dinilai mampu menghadirkan rasa aman sekaligus memperkuat nilai kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Rektor Universitas Metamedia, Yossyafra, ST., M.Eng. Sc., Ph.D menyampaikan bahwa langkah tegas dan pendekatan humanis yang dilakukan Polda Sumbar di bawah komando Kapolda telah menciptakan suasana kondusif, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi.

Menurutnya, konsistensi Kapolda Sumbar dalam mendorong dialog lintas elemen masyarakat menjadi fondasi penting dalam mencegah berkembangnya radikalisme dan intoleransi. Pendekatan preventif yang mengedepankan edukasi dinilai sangat relevan bagi kalangan mahasiswa.

Universitas Metamedia menilai, komitmen Kapolda bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui sinergi nyata dengan kampus dan tokoh masyarakat. Hal ini memberikan kepercayaan diri bagi civitas akademika untuk terus mengembangkan budaya diskusi yang sehat tanpa rasa khawatir.

Yossyafra menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kebijakan dan langkah strategis Kapolda Sumbar dalam menjaga stabilitas daerah. Ia menyebut mahasiswa harus berada di barisan terdepan dalam memperkuat persatuan bangsa, sejalan dengan visi yang dibangun kepolisian daerah.

Apresiasi tersebut juga menjadi bentuk pengakuan bahwa keamanan dan toleransi merupakan prasyarat utama bagi kemajuan pendidikan. Tanpa situasi yang kondusif, proses akademik tidak akan berjalan optimal.

Dalam pandangan kampus, kepemimpinan Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta telah memberi teladan tentang pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan dunia pendidikan. Sinergi ini menjadi kekuatan bersama untuk menjaga Sumatera Barat tetap harmonis.

Universitas Metamedia pun berkomitmen memperkuat literasi digital dan moderasi beragama di kalangan mahasiswa sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program Polda Sumbar. Mahasiswa diajak lebih bijak dalam menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh paham menyimpang.

Dengan dukungan ini, diharapkan kerja sama antara kampus dan Polda Sumbar semakin solid. Apresiasi yang diberikan bukan sekadar simbolis, melainkan cerminan kepercayaan terhadap kepemimpinan Kapolda dalam merawat kebhinekaan dan menjaga keutuhan NKRI.

Catatan Redaksi: Stabilitas dan toleransi yang terjaga di Sumatera Barat tidak terlepas dari peran kepemimpinan yang konsisten dan kolaboratif. Dukungan dunia kampus terhadap Kapolda Sumbar menjadi indikator bahwa pendekatan humanis dalam menjaga keamanan mendapat tempat di hati masyarakat.


TIM RMO

Jumat, 27 Februari 2026

Di Hadapan “Monita Purwandani”, “Raramenua Paulus Frederik Rahasia” Cs Buktikan Kepemimpinan Strategis


Semarang
, 27 Februari 2026 | Ruang itu tampak tenang, tetapi atmosfernya sarat makna. Di atas meja tersusun map-map portofolio yang menjadi saksi perjalanan panjang para peserta. Satu per satu nama dipanggil. Satu per satu pula mereka duduk berhadapan dengan asesor utama, “Monita Purwandani”.

Hari itu bukan hari biasa. Ini adalah uji kompetensi Gada Utama—jenjang tertinggi dalam kualifikasi profesi satuan pengamanan. Di level ini, yang diuji bukan lagi kemampuan teknis lapangan semata, melainkan kepemimpinan strategis, kematangan berpikir, dan ketangguhan dalam mengambil keputusan.

Peserta Kelompok 4 terdiri dari “Wyndo Regandha” dari PT Garda Wicaksana System, “Raramenua Paulus Frederik Rahasia” dari PT Garda Bakti Indonesia, “Mujiyono” dari PT PLN (Persero) UP3 Tegal – UID Jateng, “Prianto Hermawan” dari PT Pertamina EP PHR Zona 1, serta “Muhammad Rizal Suwandito” dari PT PLN UO2D Jateng & DIY.

Mereka datang dengan latar belakang pengalaman yang beragam, namun tujuan yang sama: membuktikan diri layak menyandang kualifikasi tertinggi.

Ujian yang Menggali Lebih Dalam

Sejak sesi pertama, “Monita Purwandani” menunjukkan ketegasannya. Setiap dokumen diverifikasi. Setiap pengalaman digali. Tidak ada ruang untuk jawaban normatif.

Ketika “Wyndo Regandha” memaparkan strategi pengelolaan risiko, pertanyaan lanjutan langsung menguji konsistensi dan implementasinya. Saat “Raramenua Paulus Frederik Rahasia” menjelaskan pola koordinasi pengamanan perusahaan, skenario krisis pun diajukan untuk melihat ketajaman analisisnya.

“Mujiyono” menguraikan pengamanan objek vital dengan detail prosedural. “Prianto Hermawan” menekankan pentingnya kepemimpinan kolaboratif lintas unit. Sementara “Muhammad Rizal Suwandito” memaparkan penguatan sistem pengawasan operasional di wilayah kerjanya.

Setiap paparan diuji dengan studi kasus nyata. Situasi darurat, potensi ancaman, hingga konflik internal organisasi menjadi bahan evaluasi. Di sinilah kualitas kepemimpinan terlihat—bukan pada teori, tetapi pada cara berpikir dan mengambil keputusan.

Tegas, Namun Tetap Humanis

Meski suasana formal dan serius, pendekatan “Monita Purwandani” tetap komunikatif. Ia mendengarkan dengan saksama, mencatat poin penting, lalu memberikan umpan balik yang konstruktif.

Jabat tangan di akhir sesi menjadi simbol profesionalisme. Bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk penghargaan atas proses panjang yang telah dilalui setiap peserta.

Uji kompetensi ini bukan ajang menjatuhkan, melainkan memastikan standar benar-benar terpenuhi. Sebab pemegang sertifikasi Gada Utama kelak memikul tanggung jawab besar: merancang, mengelola, dan mengevaluasi sistem pengamanan secara menyeluruh.

Lebih dari Sekadar Lulus atau Tidak

Bagi para peserta, hari itu menjadi momen refleksi sekaligus pembuktian. Lulus atau tidak, proses asesmen memberi ruang evaluasi diri yang mendalam.

Di tengah dinamika ancaman keamanan yang semakin kompleks—baik fisik maupun nonfisik—kebutuhan akan pemimpin pengamanan yang kompeten menjadi semakin mendesak. Sertifikasi bukan hanya simbol, melainkan komitmen terhadap kualitas dan integritas.

Menjelang sore, suasana ruang uji mulai mencair. Map ditutup, kursi dirapikan, dan sesi foto bersama menjadi penanda berakhirnya rangkaian asesmen.

Namun makna hari itu tak berhenti di ruangan tersebut. Ia menjadi bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan standar mutu pengamanan nasional.

Di balik meja asesmen, “Monita Purwandani” memastikan satu hal: bahwa setiap pemegang Gada Utama bukan hanya berpengalaman, tetapi benar-benar teruji.

Dan bagi “Wyndo Regandha”, “Raramenua Paulus Frederik Rahasia”, “Mujiyono”, “Prianto Hermawan”, serta “Muhammad Rizal Suwandito”, hari itu adalah langkah penting menuju tanggung jawab yang lebih besar.


TIM

Kamis, 26 Februari 2026

Kapolres Pasaman Barat Bagikan Ratusan Paket Takjil Untuk Masyarakat


pasamanbarat.sumbar.polri.go.id
– Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447H/2026M, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik memimpin langsung kegiatan pembagian ratusan paket takjil kepada masyarakat, Kamis (26/2/2026) sore.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di depan jalan utama Kantor Mapolres Pasaman Barat dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang melintas. Sejak pukul 16.30 WIB, personel Polres bersama pengurus Bhayangkari telah bersiap membagikan paket takjil kepada pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki yang melintasi kawasan tersebut.

Tidak hanya personel Polri, kegiatan berbagi ini juga melibatkan Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat, Ny. Panca Agung, bersama jajaran pengurus Bhayangkari. Kehadiran Bhayangkari dalam kegiatan tersebut menambah semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

“Sebanyak 400 paket takjil kami bagikan di depan kantor kepada masyarakat yang kebetulan melintas di depan Mapolres Pasaman Barat. Ini adalah bentuk kepedulian dan kebersamaan kami dengan masyarakat di bulan yang penuh berkah ini,” ungkap Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Momentum Ramadan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan rasa empati, kebersamaan, serta memperkuat sinergitas dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.

Sementara itu, Ny. Panca Agung menyampaikan bahwa Bhayangkari Cabang Pasaman Barat selalu mendukung kegiatan sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat. Menurutnya, berbagi takjil bukan hanya sekadar memberikan makanan untuk berbuka, namun juga menjadi sarana menebar kebaikan dan mempererat tali persaudaraan.

Masyarakat yang menerima takjil tampak mengapresiasi kegiatan tersebut. Banyak pengendara yang menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian jajaran Polres Pasaman Barat. Suasana penuh keakraban terlihat saat Kapolres dan jajaran menyapa langsung masyarakat sembari membagikan paket takjil.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar hingga menjelang waktu berbuka puasa. Polres Pasaman Barat berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial serupa selama bulan Ramadan sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan kemanusiaan dan sosial. (HumasResPasbar)

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta Perkuat Silaturahmi dengan Tokoh Agama, Adat, dan Masyarakat dalam Momentum Ramadhan


SUMBAR | Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Kepolisian Daerah Sumatera Barat di Hotel Mercure, Kota Padang, Kamis, 26 Februari 2026. Momentum sakral di bulan suci Ramadhan ini menjadi ruang pertemuan istimewa antara Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA dengan tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat dari berbagai penjuru Sumatera Barat.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi simbol kuat kebersamaan antara institusi Polri dan seluruh unsur masyarakat. Kehadiran para tokoh lintas elemen menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga harmoni, mempererat persaudaraan, serta memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Ranah Minang.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta hadir didampingi Wakapolda Sumbar dan para Pejabat Utama Polda Sumbar, menunjukkan keseriusan jajaran kepolisian dalam membangun komunikasi yang erat dan penuh makna dengan masyarakat. Kehadiran pimpinan tertinggi Polda Sumbar tersebut menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri.

Tema yang diusung, yakni “Dengan Silaturahmi Kita Tingkatkan Sinergisitas Polri Dengan Toga, Tomas dan Todat Guna Mewujudkan Situasi Kamtibmas yang Kondusif di Wilayah Hukum Polda Sumbar”, menjadi refleksi pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam menjaga stabilitas daerah. Tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab kolektif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.

Dalam sambutannya, Kapolda Sumbar menyampaikan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan momentum yang sangat istimewa untuk meningkatkan kualitas spiritual dan memperkuat hubungan antar sesama manusia. Ia menegaskan bahwa ibadah puasa tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga membentuk karakter dan meningkatkan keimanan.

“Puasa di bulan Ramadhan akan meningkatkan ketakwaan bagi mereka yang bersungguh sungguh menjalankan ibadah, memperkuat iman, serta mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ungkap Kapolda dengan penuh ketulusan di hadapan para tokoh yang hadir.

Ia juga menambahkan bahwa Ramadhan mengajarkan nilai empati dan kepedulian sosial. Melalui puasa, setiap individu diajak merasakan kesulitan orang lain, sehingga tumbuh rasa kepedulian dan tanggung jawab sosial yang lebih besar dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, nilai nilai spiritual yang diperoleh selama Ramadhan diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perilaku, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehari hari, termasuk dalam pengabdian kepada masyarakat.

Kapolda Sumbar juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai fondasi utama dalam membangun sinergitas antara Polri dan masyarakat. Dengan hubungan yang kuat dan harmonis, berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah melalui kerja sama dan komunikasi yang baik.

Kehadiran para tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut semakin memperkuat pesan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Sinergitas ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga kondusivitas wilayah Sumatera Barat.

Suasana kebersamaan terlihat jelas ketika seluruh undangan duduk bersama dalam satu ruang, berbagi momen berbuka puasa yang sarat makna persaudaraan. Tidak ada sekat antara aparat dan masyarakat, semuanya larut dalam nuansa kekeluargaan yang tulus dan penuh kehangatan.

Melalui kegiatan ini, Polda Sumatera Barat berharap silaturahmi yang telah terjalin dapat terus dipelihara dan ditingkatkan. Kebersamaan yang terbangun di bulan suci Ramadhan ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah Sumatera Barat.


TIM RMO

Senin, 23 Februari 2026

Polda Sumbar Gelar Tabligh Akbar dan Doa Bersama 1000 Anak Yatim Bersama Ustadz Adi Hidayat


Sumbar
— Polda Sumatera Barat kembali menghadirkan kegiatan keagamaan penuh makna melalui Tabligh Akbar dan doa bersama 1000 anak yatim, piatu, serta dhuafa yang akan dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026, pukul 12.00 WIB di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Kota Padang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA dalam membangun pendekatan humanis dan religius di tengah masyarakat. Tabligh Akbar tersebut akan menghadirkan penceramah nasional, Ustadz Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A., yang dikenal luas dengan dakwahnya yang mencerahkan dan menyejukkan.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, melainkan momentum untuk memperkuat kebersamaan antara Polri, ulama, dan masyarakat.

“Tabligh Akbar ini merupakan wujud komitmen Polda Sumbar untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan penuh empati. Kami ingin berbagi kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta memohon doa bersama demi Sumatera Barat yang aman dan damai,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.

Sebanyak 1000 anak yatim dan dhuafa diundang secara khusus sebagai bentuk nyata kepedulian sosial Polda Sumbar. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat harus berjalan seiring dengan kepedulian serta perhatian terhadap sesama.

Lebih lanjut, Kombes Pol Susmelawati menegaskan bahwa stabilitas keamanan tidak hanya ditopang oleh penegakan hukum semata, tetapi juga oleh kekuatan iman, akhlak, dan kebersamaan sosial.

“Keamanan yang kokoh lahir dari masyarakat yang kuat secara spiritual dan sosial. Melalui kegiatan ini, kami berharap nilai-nilai keimanan, persatuan, dan kepedulian dapat semakin tumbuh, sehingga situasi kamtibmas di Sumatera Barat tetap aman, sejuk, dan kondusif,” tambahnya.

Kehadiran Ustadz Adi Hidayat diharapkan mampu memberikan pencerahan rohani, memperkuat nilai persatuan, serta meneguhkan semangat kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Sumatera Barat.

Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan ikon kebanggaan masyarakat Sumbar sekaligus simbol harmoni antara adat dan syariat yang menjadi jati diri Ranah Minang.

Polda Sumbar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut hadir dan meramaikan kegiatan tersebut sebagai momentum memperkuat kebersamaan serta memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa dan kedamaian daerah.

Melalui Tabligh Akbar ini, Polda Sumbar menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun kedekatan emosional, spiritual, dan sosial dengan masyarakat guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan berkelanjutan di Sumatera Barat.

Sabtu, 21 Februari 2026

AKBP Agung Tribawanto: Stabilitas Pangan Adalah Tanggung Jawab Bersama


PASAMAN BARAT | Suasana Command Center Polres Pasaman Barat tampak penuh konsentrasi ketika Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. memimpin langsung rapat analisa dan evaluasi (anev) ketahanan pangan bersama jajaran. Layar-layar besar yang menampilkan data dan situasi lapangan menjadi latar keseriusan rapat strategis tersebut.

Kehadiran AKBP Agung Tribawanto bukan sekadar formalitas. Dengan pembawaan tegas namun komunikatif, ia memastikan setiap pejabat utama dan kapolsek memahami pentingnya peran Polri dalam mendukung ketahanan pangan sebagai bagian dari agenda nasional menuju Indonesia Emas.

Dalam arahannya, AKBP Agung Tribawanto menekankan bahwa ketahanan pangan berkorelasi langsung dengan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. “Ketika kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, potensi gangguan kamtibmas dapat ditekan,” tegasnya di hadapan peserta rapat.

Rapat anev tersebut menjadi forum penting untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan solusi konkret. AKBP Agung Tribawanto meminta laporan detail dari setiap wilayah, memastikan tidak ada celah dalam pengawasan distribusi maupun pendampingan program di lapangan.

Ia juga menyoroti pentingnya deteksi dini terhadap potensi penimbunan atau penyimpangan distribusi bahan pokok. Menurut AKBP Agung Tribawanto, pengawasan harus dilakukan secara profesional, proporsional, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Lebih jauh, Kapolres AKBP Agung Tribawanto mengingatkan bahwa keberhasilan ketahanan pangan membutuhkan sinergi lintas sektor. Koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas pertanian, kelompok tani, serta elemen masyarakat menjadi kunci utama agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.

Peran Bhabinkamtibmas juga menjadi perhatian khusus. AKBP Agung Tribawanto meminta agar para Bhabinkamtibmas aktif turun ke lapangan, membangun komunikasi, serta mendukung inisiatif masyarakat dalam mengembangkan potensi pangan lokal.

Gaya kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto yang terbuka terlihat saat ia memberi ruang diskusi kepada peserta rapat. Ia mendorong inovasi dan langkah-langkah kreatif agar Polres Pasaman Barat tidak hanya menjalankan program, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Komitmen ini selaras dengan visi besar Indonesia Maju. Bagi AKBP Agung Tribawanto, Polri memiliki tanggung jawab strategis untuk turut serta menjaga ketahanan pangan sebagai fondasi kesejahteraan dan stabilitas nasional.

Menutup rapat, AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa Polres Pasaman Barat siap menjadi garda terdepan dalam mengawal ketahanan pangan. Dengan kerja keras, integritas, dan kolaborasi, ia optimistis Pasaman Barat dapat berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas.

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.


TIM RMO

Irjen Pol Gatot Tri Suryanta Bersama Ustadz Adi Hidayat Pimpin Tabligh Akbar Polda Sumbar di Masjid Raya


SUMBAR |  Polda Sumatera Barat kembali menghadirkan momentum spiritual yang sarat makna melalui gelaran Tabligh Akbar dan doa bersama 1000 anak yatim, piatu, serta dhuafa yang akan dilaksanakan Selasa, 24 Februari 2026, pukul 12.00 WIB di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA dalam membangun pendekatan humanis dan religius di tengah masyarakat. Kehadiran penceramah nasional Ustadz Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A. menambah kekuatan dakwah dan nilai moral dalam kegiatan tersebut.

Tabligh Akbar bukan sekadar agenda seremonial. Ia dirancang sebagai ruang silaturahmi besar antara kepolisian, ulama, dan masyarakat. Dalam suasana religius, doa-doa akan dipanjatkan bersama, memohon keselamatan bangsa, kedamaian daerah, serta keberkahan bagi Sumatera Barat.

Sebanyak 1000 anak yatim dan dhuafa diundang secara khusus untuk menjadi bagian dari kegiatan ini. Kehadiran mereka menjadi simbol kepedulian sosial serta pengingat bahwa tugas menjaga keamanan juga harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta memandang bahwa stabilitas keamanan tidak hanya ditopang oleh penegakan hukum, tetapi juga oleh kekuatan iman dan akhlak. Melalui Tabligh Akbar Polda Sumbar ini, nilai-nilai spiritual diharapkan mampu memperkuat sendi kehidupan sosial masyarakat.

Saat dikonfirmasi awak media, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat.

“Tabligh Akbar ini bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi wujud komitmen Polda Sumbar untuk selalu hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan yang humanis dan penuh empati. Kami ingin berbagi kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta memohon doa bersama demi Sumatera Barat yang aman dan damai,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Ustadz Adi Hidayat diharapkan mampu memberikan pencerahan rohani yang menyejukkan dan memperkuat nilai-nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi dipilih sebagai lokasi karena menjadi ikon kebanggaan masyarakat Sumbar. Dengan arsitektur khas Minangkabau yang megah, masjid ini menjadi simbol harmoni antara adat dan syariat.

Ajakan “Ayo Ramaikan Bersama!” digaungkan sebagai undangan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat untuk hadir dan menjadi bagian dari momentum penuh keberkahan ini.

Melalui Tabligh Akbar yang menghadirkan Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dan Ustadz Adi Hidayat, Polda Sumbar ingin menegaskan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga membangun kedekatan emosional, spiritual, dan sosial dengan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh personel kepolisian serta masyarakat luas, sehingga tercipta lingkungan yang damai, religius, dan penuh rasa persaudaraan di Ranah Minang.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.


TIM RMO

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi