SEMARANG | Sosok Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., tampil menonjol dalam Rapat Koordinasi Pembina Samsat Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Semarang, Rabu, 22 April 2026, sebagai figur sentral dalam mendorong arah baru pelayanan publik yang lebih modern dan responsif.
Kehadiran Kombes Reza Chairul Akbar Sidiq bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai representasi kuat dari komitmen kepolisian dalam memperkuat sistem pelayanan Samsat yang terintegrasi dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Dalam forum strategis tersebut, Kombes Reza terlihat aktif berdiskusi, menyampaikan pandangan, serta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan PT Jasa Raharja sebagai tiga pilar utama Samsat.
Ia menekankan bahwa tantangan pelayanan publik ke depan menuntut perubahan pola pikir dan cara kerja. Menurutnya, Samsat harus mampu bertransformasi menjadi layanan yang cepat, transparan, dan bebas dari praktik yang merugikan masyarakat.
Dengan gaya komunikasi yang tegas namun humanis, Kombes Reza Chairul Akbar Sidiq mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya fokus pada target pendapatan, tetapi juga pada kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya digitalisasi dalam sistem pelayanan Samsat. Menurutnya, inovasi berbasis teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi serta meminimalisir potensi penyimpangan di lapangan.
Rakor yang berlangsung dinamis tersebut menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan untuk bertukar ide dan solusi, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan publik.
Kombes Reza juga menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat adalah fondasi utama dalam keberhasilan Samsat. Oleh karena itu, seluruh jajaran harus menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap lini pelayanan.
Momen kebersamaan dalam sesi foto bersama mencerminkan soliditas dan sinergi yang terbangun. Namun lebih dari itu, tersimpan tekad kuat untuk membawa perubahan nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan Samsat tidak hanya diukur dari angka, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasa terbantu, dimudahkan, dan dihargai dalam setiap proses pelayanan.
Kombes Reza Chairul Akbar Sidiq juga mengingatkan bahwa reformasi pelayanan harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan.
Rakor ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan langkah, sekaligus mempertegas bahwa perubahan besar selalu dimulai dari komitmen bersama.
Dengan semangat kolaborasi yang kuat, ia optimistis pelayanan Samsat ke depan akan semakin baik, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara luas.
Di bawah kepemimpinan dan pemikiran strategis sosok seperti Kombes Reza Chairul Akbar Sidiq, arah baru pelayanan Samsat di Indonesia diyakini akan semakin jelas, terarah, dan berorientasi pada kepentingan publik secara menyeluruh.
TIM RMO
